Advokasi & Kolaborasi Nasional
Memperkuat Peran Experiential Learning dalam Pengembangan Kapasitas SDM Indonesia
Sambutan Ketua Umum AELI
Advokasi dan kolaborasi merupakan bagian penting dari peran AELI dalam memperluas dampak Experiential Learning di Indonesia. Melalui kerja sama lintas sektor dan dialog kebijakan yang konstruktif, AELI berupaya memastikan pembelajaran berbasis pengalaman diakui, dipahami, dan dimanfaatkan secara tepat dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia nasional.
Upaya advokasi dan kolaborasi ini dijalankan secara kolektif bersama anggota dan mitra strategis, sebagai bagian dari komitmen AELI untuk menghadirkan kontribusi yang relevan, berkelanjutan, dan berdampak.
Melalui Pengalaman, AELI Menginspirasi Bangsa.
Gigih Gesang
Ketua Umum AELI
Tentang Advokasi & Kolaborasi AELI
Advokasi dan kolaborasi AELI difokuskan pada penguatan posisi Experiential Learning dalam kebijakan publik, program lintas sektor, dan inisiatif pengembangan kapasitas SDM. AELI berperan sebagai penghubung antara praktik lapangan, pemikiran keilmuan, dan kebutuhan kebijakan, agar Experiential Learning dapat berkontribusi secara nyata dan bertanggung jawab.
Pendekatan ini dilakukan melalui dialog terbuka, kemitraan strategis, serta penyusunan rujukan dan rekomendasi berbasis praktik.
Ruang Lingkup Advokasi
AELI menjalankan advokasi pada isu-isu yang berkaitan dengan pengembangan kapasitas SDM, pendidikan dan pelatihan, penguatan karakter, serta pembelajaran berbasis pengalaman. Advokasi dilakukan dengan pendekatan kolaboratif—bukan konfrontatif—untuk membangun pemahaman bersama dan keselarasan kepentingan lintas pemangku kepentingan.
Melalui advokasi ini, AELI mendorong pengakuan Experiential Learning sebagai pendekatan yang relevan dalam menjawab tantangan pengembangan kapasitas manusia Indonesia.
Bentuk Kolaborasi
Kolaborasi AELI dijalankan bersama berbagai mitra, termasuk instansi pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat. Bentuk kolaborasi meliputi pengembangan program bersama, forum dialog dan kajian, dukungan kebijakan, serta inisiatif peningkatan kapasitas yang melibatkan anggota AELI sebagai pelaku utama.
Kolaborasi ini memungkinkan Experiential Learning hadir lebih luas dan kontekstual sesuai kebutuhan sektor yang beragam.
Advokasi & Kolaborasi dalam Program Kerja AELI
Dalam Program Kerja AELI 2025–2028, advokasi dan kolaborasi merupakan bagian dari amanah Exposure, yaitu memperluas pengakuan publik dan memperkuat posisi AELI sebagai pusat pengembangan kapasitas SDM nasional berbasis Experiential Learning. Melalui inisiatif ini, AELI membangun jembatan antara ekosistem anggota dan ruang kebijakan nasional. AELI berperan sebagai mitra dialog dan penghubung praktik lapangan dengan ruang kebijakan, melalui advokasi kolaboratif dan kemitraan lintas sektor.