Pertemuan kedua institusi membuka peluang kolaborasi dalam mengintegrasikan kompetensi manajemen, riset, dan pembelajaran berbasis pengalaman untuk memperkuat pengembangan kapasitas sumber daya manusia Indonesia.
Jakarta, 27 Oktober 2026 – Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI) bersama PPM Manajemen menggelar pertemuan strategis untuk menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan program pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengintegrasikan nilai-nilai keindonesiaan, kompetensi manajemen, serta potensi pembelajaran berbasis destinasi.
Pertemuan yang berlangsung di kantor PPM Manajemen pada Selasa (27/10) ini menjadi ruang diskusi bagi kedua institusi untuk mengeksplorasi potensi sinergi dalam menghadirkan pendekatan pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang lebih kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan organisasi maupun masyarakat.
Delegasi AELI dipimpin oleh Ketua Umum DPP AELI, Gigih Gesang, bersama jajaran pengurus DPP AELI. Sementara itu, PPM Manajemen diwakili oleh jajaran pimpinan serta tim yang membidangi pengembangan program, strategi organisasi, pengetahuan, dan inovasi.
Mempertemukan Kompetensi Manajemen dan Experiential Learning
Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan ini adalah peluang mengintegrasikan kekuatan PPM Manajemen dalam bidang pendidikan manajemen, riset, dan pengembangan kepemimpinan dengan pengalaman serta jaringan praktisi experiential learning yang dimiliki AELI di berbagai daerah Indonesia.
PPM Manajemen memandang pentingnya pengayaan pendekatan pembelajaran manajemen agar tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga mampu mendorong pemahaman nilai, pembentukan karakter, dan penerapan kompetensi dalam situasi nyata.
Dalam diskusi tersebut, PPM Manajemen turut memperkenalkan gagasan pengembangan kepemimpinan berbasis nilai-nilai keindonesiaan, termasuk hasil kajian mengenai 14 nilai kebajikan (virtues) kepemimpinan yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut menjadi pendekatan pembelajaran dan pengembangan kepemimpinan.
Di sisi lain, AELI menegaskan bahwa experiential learning memiliki peran penting sebagai pendekatan pembelajaran yang menghubungkan pengalaman langsung dengan proses refleksi, pemaknaan, dan penerapan dalam kehidupan maupun dunia kerja.
Pendekatan ini sejalan dengan arah pengembangan AELI untuk memperkuat peran experiential learning dalam pembangunan kapasitas manusia, sekaligus meningkatkan pengakuan terhadap kompetensi para praktisi dan penyelenggara experiential learning di Indonesia.
Melalui potensi kolaborasi tersebut, kedua institusi melihat peluang untuk mengembangkan program yang tidak hanya memberikan pengalaman belajar, tetapi juga memiliki landasan konseptual, tujuan kompetensi, serta mekanisme evaluasi pembelajaran yang terukur.
INDEX sebagai Salah Satu Peluang Pengembangan Program Bersama
Dalam pertemuan ini, AELI juga memperkenalkan inisiatif INDEX (Indonesia Experiential Exploration), sebuah konsep pengembangan dan pengenalan program pembelajaran berbasis kekhasan destinasi di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui pendekatan ini, destinasi tidak hanya dipandang sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran yang memiliki nilai, karakteristik, serta potensi pengalaman yang dapat dikembangkan menjadi program peningkatan kapasitas.
Berbagai kekhasan daerah, mulai dari budaya, aktivitas ekonomi, kehidupan masyarakat, hingga lingkungan alam, dapat menjadi konteks pembelajaran yang relevan dengan kompetensi manajemen, kepemimpinan, kerja sama, maupun pengembangan organisasi.
Konsep tersebut membuka peluang integrasi antara kerangka pembelajaran dan keilmuan manajemen yang dimiliki PPM Manajemen dengan kemampuan anggota AELI dalam merancang dan memfasilitasi pengalaman belajar langsung di berbagai destinasi.
Melalui pengembangan bersama, program-program berbasis destinasi diharapkan dapat memiliki tujuan pembelajaran yang semakin terstruktur, sekaligus mengangkat potensi lokal sebagai bagian dari proses pengembangan sumber daya manusia.
Mendorong Kolaborasi dan Penguatan Ekosistem Experiential Learning
Selain pengembangan program, diskusi turut membahas pentingnya pemerataan akses pembelajaran berkualitas, termasuk bagi pelaku UMKM dan masyarakat di berbagai daerah.
Jaringan anggota AELI yang tersebar di 24 provinsi dipandang sebagai salah satu potensi untuk memperluas jangkauan program, sementara pengalaman PPM Manajemen dalam pengembangan konten, riset, dan asesmen dapat menjadi bagian dari penguatan kualitas pembelajaran.
Kedua institusi juga mendiskusikan pentingnya standardisasi mutu program, peningkatan kompetensi fasilitator, serta pengembangan model pembelajaran yang mampu menghubungkan pengalaman langsung dengan kebutuhan kompetensi peserta.
Dalam konteks tersebut, kolaborasi yang dijajaki tidak diarahkan sebatas hubungan antara penyedia program dan pelaksana kegiatan, melainkan melalui pendekatan co-creation, yaitu pengembangan produk pembelajaran secara bersama dengan memadukan kekuatan dan keahlian masing-masing institusi.
Membuka Peluang Pengembangan Program Percontohan
Sebagai arah tindak lanjut, pertemuan ini menghasilkan kesepahaman awal untuk mengeksplorasi pengembangan produk pembelajaran bersama, termasuk gagasan pelaksanaan program percontohan (pilot program) berbasis destinasi.
Salah satu usulan awal yang mengemuka adalah identifikasi sekitar tiga kandidat produk atau destinasi unggulan yang berpotensi dikembangkan melalui integrasi kerangka pembelajaran manajemen dan pendekatan experiential learning.
Namun, rencana tersebut masih berada pada tahap penjajakan dan memerlukan pembahasan lebih lanjut terkait ruang lingkup kerja sama, pemilihan program, standar kualitas, serta model implementasi.
Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membuka peluang kolaborasi lintas institusi untuk memperluas kontribusi experiential learning terhadap pengembangan kapasitas sumber daya manusia Indonesia.
Bagi AELI, penjajakan ini sejalan dengan upaya memperkuat ekosistem experiential learning nasional melalui pengembangan kompetensi, peningkatan kualitas program, serta perluasan jejaring kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Dengan mempertemukan kekuatan keilmuan manajemen dan pembelajaran berbasis pengalaman, AELI dan PPM Manajemen membuka peluang lahirnya pendekatan pengembangan kapasitas yang lebih relevan dengan tantangan organisasi, sekaligus berakar pada nilai dan kekayaan Indonesia.